Sunday, May 25, 2014

Makalah Belajar & Pembelajaran

KATA PENGANTAR
          
Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
           Didalam makalah ini meliputi teori pembelajaran behavioeristik,kognitif dan kontruktivistik
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca, kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan,oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran pembaca,dan semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca. Amin
Malang, 13 Mei 2011


Tim Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                     i
DAFTAR ISI                                                                                                         ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 latar belakang masalah............................
1.2 rumusan masalah
1.3 tujuan penulisan masalah..................................
BAB II PEMBAHASAN............................................
2.1. Teori belajar behavioristik..................................
2.2. Teori belajar kognitif......................................
2.3. Teori belajar kontruktivistik....................................

BAB III PENUTUP......................................................................
3.1. Kesimpulan..................................................................
3.2. saran............................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................... 
  
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar belakang masalah
1)    Mutu pendidikan selalu menjadi sorotan dari berbagai pihak. Mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh mutu pembelajaran. Sebenarnya banyak teori yang telah terbukti secara empiris dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Salah satu di antaranya adalah teori behavioristik. Teori ini masih relevan dengan pembelajaran berbasis kompetensi. Pemahaman guru terhadap teori pembelajaran masih beragam sebahagian besar guru mengajar tidak berlandaskan teori belajar tertentu. Mereka mengajar yang penting tujuan tercapai dan pembelajaran dapat dinyatakan tuntas.
2)    Belajar merupakan proses manusia dalam memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, mendapatkan informasi atau menemukan. Belajar juga merupakan proses berubahnya tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh interaksi dengan lingkungannya. Proses belajar merupakan hal yang menarik untuk dibicarakan, sehingga sudah banyak ahli yang mengemukakan teori-teori dan pandangan-pandangan mereka mengenai proses belajar tersebut.
3)    menekankan perkembangan konsep dan pengertian yang mendalam, pengetahuan sebagai konstruksi aktif yang dibuat siswa. Jika seseorang tidak aktif membangun pengetahuannya, meskipun usianya tua tetap tidak akan berkembang pengetahuannya. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan atau fenomena yang sesuai.
1.2.      Rumusan masalah
1)    Apa pengertian dari teori belajar behavioristik?
2)    Apa pengertian dari teori belajar kognitif?
3)    Apa pengertian dari teori belajar kontruktivitis?
1.3.      Tujuan penulisan masalah
1)    Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”, yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes.
2)    merupakan suatu prosedur penataan urutan isi bidang studi yang dikembangkan dengan menampilkan pentingnya peranan struktur pengetahuan yang telah dimiliki seseorang. Pengetahuan baru yang akan dipelajari secara bertahap harus diintegrasikan dengan struktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
3)    pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri.



BAB II

PEMBAHASAN


2.1. Teori belajar behavioristik
            Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
            Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
            Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi.
            Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman  Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
            Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.
1)            Analisis Tentang Teori Behavioristik
Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang siswa dalam berperilaku. Pendidik yang masih menggunakan kerangka behavioristik biasanya merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Kemudian, bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki, dari yang sederhana sampai yang komplek .
Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon.
Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama, ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda, juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya. Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut.
2)    Aplikasi Teori Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran
            Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
           
            Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi siswa untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Akibatnya siswa kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka.
           
Karena teori behavioristik memandang bahwa sebagai pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur, maka siswa atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar, sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. Demikian juga, ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Siswa atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan, sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri siswa .
1.2. Teori Belajar Kognitif
            Belajar kognitif merupakan proses manusia dalam memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, mendapatkan informasi atau menemukan (Hilgrad & Bower dalam Baharuddin dan Wahyuni. Belajar juga merupakan proses berubahnya tingkah laku yang relatif permanen yang disebabkan oleh interaksi dengan lingkungannya. Proses belajar merupakan hal yang menarik untuk dibicarakan, sehingga sudah banyak ahli yang mengemukakan teori-teori dan pandangan-pandangan mereka mengenai proses belajar tersebut.
            Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Teori ini juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Membagi-bagi situasi/materi pelajaran menjadi komponen-komponen kecil dan mempelajarinya secara terpisah akan menghilangkan makna belajar. Teori ini juga berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan faktor-faktor lain.
             Belajar adalah aktifitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Proses belajar di sini antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima (faktor eksternal) dan menyesuaikan dengan struktur kognitif yang sudah terbentuk di dalam pikiran seseorang (background knowledge) berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya (faktor internal). Teori kognitif lebih menekankan pada struktur internal pembelajar dan lebih memberi perhatian pada bagaimana seseorang menerima, menyimpan, dan mengingat kembali informasi dari perbendaharaan ingatan. Ada beberapa kelompok penganut teori kognitif, namun fokus dari penganut teori ini sama yaitu pada soal bekerjanya pikiran manusia.

            Salah satu aliran yang mempunyai pengaruh terhadap praktik belajar yang dilaksanakan di sekolah adalah aliran psikologi kognitif. Aliran ini telah memberikan konstribusi terhadap penggunaan unsur kognitif atau mental dalam proses belajar. Berbeda dengan pandangan aliran behavioristik yang memandang belajar sebagai kegiatan yang bersifat sebagai mekanistik antara stimulus dan respon, aliran kognitif memandang kegiatan belajar bukanlah sekedar stimulus atau respon yang bersifat mekanistik, tetapi lebih dari itu, kegiatan belajar juga melibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar.

1.3.Teori belajar kontruktivistik

            Teori-teori baru dalam psikologi pendidikan dikelompok dalam teori pembelajaran konstruktivis (constructivist theories of learning). Teori konstruktivis ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Teori ini berkembang dari kerja Piaget, Vygotsky, teori-teori pemrosesan informasi, dan teori psikologi kognitif yang lain, seperti teori Bruner.
            Menurut teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang membawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut .
           Menurut Ausubel, ada dua macam proses belajar yakni belajar bermakna dan belajar menghafal. Belajar bermakna berarti informasi baru diasimilasikan dalam struktur pengertian lamanya. Belajar menghafal hanya perlu bila pembelajar mendapatkan fenomena atau informasi yang sama sekali baru dan belum ada hubungannya dalam struktur pengertian lamanya. Dengan cara demikian, pengetahuan pembelajar selalu diperbarui dan dikonstruksikan terus-menerus. Jelaslah bahwa teori belajar bermakna Ausubel bersifat konstruktif karena menekankan proses asimilasi dan asosiasi fenomena, pengalaman, dan fakta baru ke dalam konsep atau pengertian yang sudah dimiliki siswa sebelumnya.

            Berlandaskan teori Piaget dan dipengaruhi filsafat sainsnya Toulmin yang mengatakan bahwa bagian terpenting dari pemahaman manusia adalah perkembangan konsep secara evolutif, dengan terus manusia berani mengubah ide-idenya, Posner dkk lantas mengembangkan teori belajar yang dikenal dengan teori perubahan konsep. Tahap pertama dalam perubahan konsep disebut asimilasi, yakni siswa menggunakan konsep yang sudah dimilikinya untuk menghadapi fenomena baru. Namun demikian, suatu ketika siswa dihadapkan fenomena baru yang tak bisa dipecahkan dengan pengetahuan lamanya, maka ia harus membuat perubahan konsep secara radikal, inilah yang disebut tahap akomodasi.


            Tugas pendidikan adalah bagaimana dua tahap tersebut bisa terus berlangsung dengan terus memberi tantangan sehingga ada ketidakpuasan terhadap konsep yang telah ada. Praktik pendidikan yang bersifat hafalan seperti yang selama ini berlangsung jelas sudah tidak memadai lagi, bahkan bertentangan dengan hakikat pengetahuan dan proses belajar itu sendiri.

BAB III
PENUTUP

3.1. SIMPULAN
         Menurut Teori Behavioristik belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang telah dianggap belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilaku. Teori ini mengutamakan pengukuran yang diartikan sebagai suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidak terjadinya perubahan tingkah laku tersebut.Aliran behavioristik merupakan aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi aliran pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
           Kelemahan teori ini memandang bahwa dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi siswa untuk berkreasi, bereksperimen dan mengembangkan kemampuannya sendiri.
           Teori pembelajaran kognitiv lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan proses internal yang mencakup ingatan retensi, pengolahan informasi, dan faktor lainnya.
           Teori kontruktivitis menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan nama dan merevisinya apabila aturan itu tidak sesuai.
           Baik teori behavioristik, kognitif, kontruktivitis masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang mana dalam pengkaplikasiannya memiliki penganut sendiri. Pendidik dengan teori yang dianutnya menyesuaikan sistem pembelajaran anak didiknya sesuai dengan situasi dan kondisi dalam lembaga kependidikan.

3.2. SARAN-SARAN
1) Terapkanlah suatu pembelajaran itu sebagai suatu yang efektif dalam diri seseorang, agar suatu belajar itu menjadi suatu yang realistis dan terkesan terhadap diri seseorang itu.
2) tetapkanlah suatu belajar itu sebagai suatu proses terhadap diri kita, dan tekanan untuk meningkatkan suatu pengetahuan.




DAFTAR PUSTAKA


Asri Budiningsih. 2007. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
_____________. 2003. Desain Pesan Pembelajaran. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.
Mukminan,dkk. 1998. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta.
Nana Sudjana. 1990. Teori-Teori Belajar untuk Pengajaran. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Syaiful Sagala. 2007. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Woolfolk, Anita E. dan Lorraine McCune-Nicolich. 1980. Educational Psychology for Teachers. New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Read More ->>

How to avoid boredom in studying

How to Avoid Boredom in Studying
            Actually boredom became something scared to every person who studied about some things. Usually boredom came out after we studied for long time especially for students in many schools and colleges. We got frustrate and prefer watched television or played games.
Read More ->>

Saturday, May 24, 2014

RPP Muh Zaedun

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
PROGRAM PRAKTEK KEGURUAN (PPK-1)




Untuk Memenuhi Tugas Pelatihan Keterampilan Dasar Mengajar

Fasilitator : Adi, S.Pd. M.Pd
Read More ->>

Lirik Lagu Sasak

KUMBANG DESE
Ø  Duren picaaaaak,, uah belah gamak inak sedin langan, sedin langan gamak inak bawak belimbing,……………..!!!
Ø  Tumben gitaaaaak,, terune solah gamak inak malik gagah,, solah gagah gamak inak endekn arak tanting,…………………!!!
Ø  Tali bambaaaaan,, tali bamban gamak inak talin sempareee,, luek keru gamak inak tumpah sedeee,,…………….!!!
Ø  Belek ganggaaaaas,, belek ganggas gamak inak awak nyempakeee, dete juluk gamak inak kumbang dese,,……….!!!
reff…
Ø  Lek serengat kakak tebait batek, lek pengemos kakak tebait laos, bait laos kakak tekelak santen, bait laos tekelak santen……..!!!
Ø  Sik pengengat kakak nyeda’ang ate, sik pengemos kakak bengku anyong, sik ngeraos kakak seda’ang angen, seik ngeraos kakak seda’ang angen,,,…… seda’an angennn…..!!!
Ø  Beli pindaaaaang, beli pindang gamak inak elek pendeeemm, nangke tumpah gamak inak arak eneeeeem,,………..!!!
Ø  Meni idaaaaap,, meni idap gamak inak paleng berangeeen, nyangke lupak gamak inak mangan nginem,,……….!!!
Ø  Lolon loaaaaam,, lolon loam gamak inak loaaam picaaak, lek tembere gamak inak arak penyalin,,……………..!!!
Ø  Tulung inaaaaak,, tulung amak silak oat gamak tiaaang,, adek ndek gamak inak salak jari,,……………..!!!
reff…
Ø  Lek serengat kakak tebait batek, lek pengemos kakak tebait laos, bait laos kakak tekelak santen, bait laos tekelak santen……..!!!
Ø  Sik pengengat kakak nyeda’ang ate, sik pengemos kakak bengku anyong, sik ngeraos kakak seda’ang angen, seik ngeraos kakak seda’ang angen,,,…… seda’an angennn…..!!!
BERSAMBUNG
MAIK ANGEN
Ø  Maik angeeeeen, maik angenm kakak jak bilin aku, merarik kance dengan laiiiiin,,………………………….!!!
Ø  Ndekku badeeeeek, ndekku badek kakak jak meni sakit, bilang maleeem mandik sik aik mateee,,…………!!!
Ø  Awak payaaaaah,, awak payah kakak kurus kerempen, jak te bilin isik berayeee,,……………..!!!
Ø  Mulen nasiiiiip, mule nasip uah gamak nasip,, awak payaaah lantaran iyeee,,………………!!!
Musikkk,,……………………
Ø  Maik angeeeeen, maik angenm kakak jak bilin aku, merarik kance dengan laiiiiin,,………………………….!!!
Ø  Ndekku badeeeeek, ndekku badek kakak jak meni sakit, bilang maleeem mandik sik aik mateee,,…………!!!
Ø  Awak payaaaaah,, awak payah kakak kurus kerempen, jak te bilin isik berayeee,,……………..!!!
Ø  Mulen nasiiiiip, mule nasip uah gamak nasip,, awak payaaah lantaran iyeee,,………………!!!



BERSAMBUNG






LALANG GUNUNG
Ø  Pempang paok serenggang mate, aok idik kakak, pempang paok renggang mate, apah nangke kakak daun mitak, apah nangke kakak daun mita………….!!!
Ø  Bajang jaok penyedak ate,, aok idik kakak,, bajang jaok penyadak ate,, kapah mase saling gitak,, kapah mase salig gitak,,………………..!!!
Ø  Nyambukn aer sik mulen manis,, aok idik arik,, nyambukn aer sik mulen manis,, mun setundun arik masih katak,, munsetundun arik masih katak,,…………!!!
Ø  Jaok paer saling tangis,, aok idik arik,, jaok paer saling tangis,, lalang gunung arik saling tanggak,, lalang gunung arik saling tanggak,,…………!!!
Ø  Pire lolon gawah jejait, aok idik kakak,, pire lolon gawah jejait,, munse lolon kakak gawaaaah duntan,, munse lolon kakak gawah duntaaan,,………….!!!
Ø  Pire jelon kakak ndekt uah bedait, aok idik kakak,, pire jelon kakak ndekt uah bedait,, munse jelo kakak idap see bulan,, munseee jelo kakak idapse bulan,…..!!!
Ø  Munke pait lek pengemel,, aok idik arik,, munke pait lek pengemel,, terong pedar arik lek bawak paok,, terong pedar arik lek bawak paok,,……………!!!
Ø  Mun bedait solahn angen,, aok idik arik,, mun bedait solahn angen,, timakn sekedar arik leman jaok,, timakn sekedar arik leman jaok,,……………!!! 




BERSAMBUNG







Read More ->>